Mendag : Pandan Wangi adalah " BRAND IMAGE" Cianjur
![]() |
| Foto : Kompas.com |
CIANJURPOST. Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, menyatakan bahwa keberadaan beras Pandan Wangi sebagai produk daerah harus dipertahankan.
Oleh sebab itu, masalah yang muncul terkait beras tersebut akan dicarikan solusinya. "Brand Pandan Wangi ini sudah luar biasa. Jadi saya sangat menghimbau agar kawan-kawan di daerah mengedepankan produk daerah jadi produk nasional," sebut Gita dalam kunjungan kerjanya ke Cianjur, Jumat (6/7/2012).
Dikatakannya, panen padi Pandan Wangi hanya satu kali dalam setahun. Sementara itu, produk padi lainnya bisa panen dua kali.
"Tentunya ada kecenderungan melakukan pertanian produk-produk non Pandan Wangi," sambung Gita.
Terhadap masalah itu, ia menyebutkan Pemerintah akan mencari jalan keluar. Koordinasi akan dilakukan, salah satunya, dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur.
Gita menegaskan, keberadaan beras Pandan Wangi harus dipertahankan. Pasalnya, dari sisi merek, Pandan Wangi sudah kuat.
"Saya nggak tahu volumenya tapi kalau dari sisi Pandan Wangi itu adalah brand building yang luar biasa," pungkas Gita.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Sholeh, mengatakan, areal sawah yang bisa ditanami Pandan Wangi seluas 5.000 hektar.
Namun dengan adanya keluhan dari petani maka areal sawah yang ditanami hanya 20 persen dari luasan tersebut.
"Kalau khusus Pandan Wangi paling 5 ribu hektar. Tapi tidak semua ditanami Pandan Wangi karena sesuai disampaikan petani, pertama, lama. Terus juga dijual rata-rata ditampung para tengkulak akhirnya murah," sebut Tjetjep.
